ANALISIS PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA TURUT SERTA MELAKUKAN PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) TANPA IZIN (Studi Kasus Putusan Nomor: 30/Pid.Sus/2017/PN.Gns)

TRI Rachmawati

Abstract


ANALISIS PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA TURUT SERTA MELAKUKAN PENGELOLAAN

LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) TANPA IZIN

(Studi Kasus Putusan Nomor: 30/Pid.Sus/2017/PN.Gns)

Oleh:

Tri Rachmawati

Penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan di bidang lingkungan hidup tidak dapat dipisahkan dari tujuan hukum pidana dan tujuan sistem peradilan pidana. Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah mengenai pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku tindak pidana turut serta melakukan pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) tanpa izin berdasarkan kesesuaian antara undang-undang terkait dengan putusan Nomor: 30/Pid.Sus/2017/PN.Gns dan juga faktor penghambat penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana.

Penelitian dilakukan dengan menggunakan tipe penelitian deskriptif, yaitu penelitian yang difokuskan untuk mengkaji penerapan kaidah-kaidah atau norma-norma dalam hukum positif. Pendekatan penelitian menggunakan yuridis normatif dan empiris. Jenis data sekunder dan primer di analisis secara deskriptif dan kualitatif yang diinterpretasikan ke dalam bentuk kesimpulan yang bersifat induktif yang merupakan gambaran umum jawaban permasalahan.

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa, pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku tindak pidana turut serta melakukan pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) tanpa izin berdasarkan Putusan Nomor: 30/Pid.Sus/2017/PN.Gns diatur dalamĀ  Pasal 58 sampai dengan Pasal 61 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH). Dalam hal tindak pidana lingkungan hidup pengaturan tindak pidana dan sanksi pidananya terhadap pengelolaan limbah B3 jenis oli bekas yang dilakukan oleh setiap orang diatur dalam Pasal 102 sampai dengan Pasal 119 UPPLLH. Disamping itu, faktor penghambat pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku tindak pidana pencemaran lingkungan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) oli bekas adalah Penyidik harus membuktikan terlebih dahulu kandungan dari limbah B3 jenis oli bekas tersebut dengan cara uji laboratorium di Lemigas Jakarta. Walaupun dalam hal ini sudah jelas sudah ada ketentuan yang sudah mengatur tentang pencemaran lingkungan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Saran pada penelitian ini bahwa hendaknya lebih diperketat pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah dan syarat-syarat yang mudah, aman, nyaman, transparan dan terjangkau dalam pembangunan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh korporasi atau perorangan.

Kata kunci: Pengelolaan limbah, Limbah B3


Full Text:

 Subscribers Only

Refbacks

  • There are currently no refbacks.